I Lost 12 kgs Because of Depression and How I Get It Back

by - Friday, November 30, 2018


The older I get, the more I realize how important it is to talk about mental health so I can understand why I feel the way I do and rise above it. I also want to share my story in hopes that it might help others. 

Aku mungkin tidak akan menceritakan tentang depresi secara rinci dalam postingan ini, nanti akan aku buatkan artikel tersendiri. Tulisan kali ini hanya akan menceritakan bagaimana aku mulai kehilangan banyak berat badan karena depresi dan perjuanganku untuk mendapatkannya kembali.

Kalau kalian mengikuti blogku, kalian pasti sudah tau, 9 months ago depression snuck on me when I wasn't looking. Episode depresi dan perubahan berat badan merupakan dua hal yang sangat berkaitan dan pengaruhnya sangat bervariasi pada setiap orang. Beberapa orang mungkin kehilangan banyak berat badan, tapi beberapa orang justru bertambah berat badan ketika melewati fase depresi. Karena depresi sangat berpengaruh pada pola makan dan tidur, jadi sangat mungkin sebenarnya bagi tiap orang untuk bertambah ataupun kehilangan berat badan.

Fase awal ketika aku mengalami episode depresi klinis, aku kehilangan minat dalam berbagai hal, mulai dari makan, sulit tidur dan bahkan rasanya sangat sulit untuk bangun dari tempat tidur. Akupun pernah merasakan tidak tidur sama sekali 3 hari berturut-turut. 1 minggu selanjutnya ternyata keadaan menjadi jauh lebih parah, detak jantung rasanya sangat cepat, seperti ada sesuatu yang tersangkut dalam tenggorokan, aku juga mulai mengatupkan gigi dan mengalami sakit kepala luar biasa dan nyeri otot sendi.

Semua gejala tadi ternyata membuatku kehilangan selera makan selama berminggu-minggu. Karena tidak ada asupan nutrisi yang cukup dalam tubuh, sudah pasti rasanya lemas luar biasa. Rasanya untuk membuka mata saja sulit. Ya, sangat tersiksa, rasanya pikiranku sudah cukup tertekan dan kini fisikku juga sakit. Dalam fase itu bukannya aku tidak berusaha untuk mencari pertolongan, dengan semua tenaga yang tersisa aku berusaha untuk memeriksakan diri ke dokter dan meminta suplemen penambah nafsu makan. Tapi hasilnya nihil.

I realized that my depression was affecting my health. Once I recognized what I was experiencing, I forced myself to get help. A professional help to be exact. Betapa terkejutnya ketika aku mencoba menimbang berat badanku saat itu, 35 kg. Ya 35 kg. Rasanya seperti hanya tulang yang dibukus oleh kulit luar. Apa yang aku rasakan saat itu? Takut tentunya. Bagaimana bisa aku kehilangan 12 kilogram dalam waktu se singkat ini?

Hal pertama yang aku lakukan dan mungkin sangat aku syukuri sampai saat ini adalah bagaimana aku berusaha untuk mendapatkan pikiranku sekaligus berat badanku kembali berkat dukungan orang-orang sekitarku. Pertama-tama, aku mulai dengan memperbaiki pikiranku. Entah itu dengan mencari support system ataupun pertolongan. Pikiranku adalah pusat dari tubuhku, jadi kupikir sebaiknya aku memperbaiki bagian ini terlebih dahulu. Kalau kalian bertanya proses dan perjuangannya sudah pasti tidak mudah, aku melewati banyak trials and errors dan mungkin sudah ingin menyerah berkali-kali tapi akhirnya aku berhasil mendapatkan kontrol atas pikiranku kembali. Setelah itu baru aku mulai fokus untuk mendapatkan kembali berat badanku yang hilang.

Setelah mulai membaik, nafsu makanku memang tidak langsung kembali secara instan tapi bertahap. Aku secara konsisten mengatur pola makan dan menambah porsinya sedikit demi sedikit. Sekarang ini, aku juga mulai suka memasak lagi. Belajar resep-resep baru tiap minggunya. Ternyata, memasak menjadi bonus yang dapat mengurasi stress dan depresiku.

Dua bulan berlalu, ternyata berat badanku masih tetap sama, aku mulai khawatir lagi. Apa semua usaha ini tidak berhasil? Tapi lagi dan lagi, aku bersyukur karena tidak menyerah dan memutuskan untuk terus berusaha. Aku mulai berolah raga secara teratur sampai saat ini, entah itu jogging, work out ataupun treadmill. Tujuanku adalah untuk menambah massa otot sekaligus memulai pola hidup yang lebih sehat dibandingkan sebelumnya. Dan ternyata memang benar, olah raga juga bisa mengurangi depresi dan membuat kita lebih bersemangat.

Dengan 1 jam memasak aku mungkin sudah berhasil untuk tidak memikirkan depresiku selama rentang waktu tersebut. Dengan 1 jam berolah raga aku juga sudah berhasil untuk mengalihkan pikiranku dari rasa takut, cemas dan perasaan tidak berharga sebelumnya. Langkah-langkah kecil itu secara rutin dan konsisten aku lakukan tiap hari dan ternyata pengaruhnya sangat besar dalam hidupku saat ini.

Setelah melalui perjuangan yang tidak mudah, aku akhirnya berhasil mendapatkan berat badan sekaligus hidupku kembali. Today, I continue to work on myself and am slowly regaining a sense of purpose. Saat ini aku 'mungkin'  belum sepenuhnya sembuh dari bayang-bayang rasa takut ataupun tertekan, but I have managed to get back to a much better place. Aku percaya bahwa dengan mengenali depresi dengan baik adalah langkah pertama menuju proses pemulihan and that's why I'm sharing this with all of you. 

And to my fellow survivors...
You're not alone and you will never be alone, I'm here. And I'm one of thousands, of millions. You will get there just don't give up. You will come back stronger and more beautiful. Life is worth living so don’t take it for granted. Work on yourself and put your happiness first.

Love, Ita 
MY INSTAGRAM








You May Also Like

0 comments