Why You Shouldn't Take Him Back When He Cheats

by - Saturday, July 14, 2018


Di luar sana, saya melihat banyak sekali perempuan-perempuan cantik, cerdas dan mengangumkan kehilangan harga diri mereka dalam megejar orang yang sejujurnya bisa dikatakan tidak menghargai mereka. Saya pun pernah mengalami situasi seperti ini. Dan setelah berhasil bangkit dari semua rasa sakit itu, saya melihat ternyata masih banyak sekali perempuan di luar sana yang bernasib sama dan saya mulai tergerak untuk menulis artikel ini.

Setiap hubungan memang berbeda, tapi saya melihat kecenderungan yang hampir sama dari perempuan yang menyalahkan diri mereka sendiri ketika pasangannya berselingkuh. Saya paham betul bagaimana kita sebagai perempuan mulai merasa rendah diri, insecure dan bahkan menyalahkan diri sendiri atas apa yang sudah terjadi. Tapi sebetulnya ada hal yang keliru dan harus kalian pahami. Jika seseorang menghianatimu, itu karena keputusan mereka sendiri dan sama sekali tidak ada hubungannya denganmu. Don't spend even a second wondering what you did to make him disrespect you so cruelly. You didn't do a damn thing, that's all on him!  Hal terbaik yang bisa kalian lakukan adalah mengenali secara sadar bahwa pasanganmu tidak siap secara emosional untuk berkomitmen denganmu. Jika seseorang menghianati kepercayaan yang sudah kamu berikan, hal terbaik yang bisa kalian lakukan adalah menghargai diri sendiri dan pergi.

Sederhananya, jika seorang laki-laki (ataupun perempuan) memilih untuk berkomitmen denganmu dan kemudian akhirnya mengianati kepercayaan yang sudah kamu berikan maka jawabannya dia bukanlah orang yang tepat untukmu. Ya, se-sederhana itu. Kenapa? Karena kamu layak mendapatkan seseorang yang jauh lebih baik.

Sebenarnya tidak salah jika kalian ingin memberikan maaf dan saya pun tidak menyarankan kalian menjadi orang yang pendendam, memaafkan itu penting tetapi tidak untuk menerima kembali. Coba luangkan sedikit waktu untuk bertanya pada diri sendiri, "apakah saya akan baik-baik saja menerima semua perlakuan yang lebih rendah dari apa yang seharusnya saya dapatkan dalam sebuah hubungan yang dibangun bersama?"

Pertanyaan penting lainnya; "bisakah saya mempercainya lagi?" Kalian perlu bertanya pada diri sendiri dan dengarkan kata hati kalian dengan baik. Apakah kalian berdua sudah cukup mampu untuk membangun kembali hubungan yang telah hancur dan membuatnya berhasil kali ini? Bisakah kamu berjanji pada dirimu sendiri bahwa jika kamu sudah memaafkannya, kamu akan sepenuhnya melupakan itu dan tidak akan membawanya kembali di masa mendatang? Ini hanya opini pribadi, tetapi selalu ada kemungkinan bahwa mereka akan melalukannya lagi di masa depan.

Saya bisa berkata demikian karena saya sudah mengalaminya sendiri. Saya pernah dihinati dan rasanya sangat sulit untuk membangun kepercayaan itu kembali. Tetapi saya terlalu dibutakan pada masa itu. I gave him forgiveness. My mouth told him it was okay when deep down, my heart knew it really wasn't. Dan ternyata benar saja, 4 tahun berselang, saya dihianati (lagi). Sampai saat ini, rasa sakit itu masih menyebabkan trauma bagi saya untuk bisa memulai hubungan kembali. Mungkin ini hanya segelintir kasus, dan mungkin di luar sana masih banyak hubungan yang berhasil setelah melalui proses ini.

Saya tahu ini mungkin terdengar menyakitkan, but my dear, ada banyak sekali laki-laki yang akan menghargai dan memperlakukan kalian dengan baik, dan kalian sangat layak untuk mendapatkannya. Ada seseorang di dunia ini yang tidak lagi menginginkan orang lain selain dirimu, dan sebelum kamu menemukannya, jangan berhenti mencari.

You are worthy of a man who adores you, loves you with the whole of his heart, and wants to share forever with you. Karena sebagai seorang wanita, kamu sudah lebih dari cukup. You should be enough for him. Your heart, your mind, your lips, your breast and your body should be ENOUGH for him.

Respect yourself! You're a thousand times better than that. And you deserve someone who feels incredibly lucky to be your person.

Love, Ita

MY INSTAGRAM 

You May Also Like

0 comments